Friday, April 22, 2016

Pesilat PSHT Tawuran Dengan Bonek Dua Pesilat Tewas

Pesilat PSHT Tawuran Dengan Bonek Dua Pesilat Tewas

Suporter bonek bentrok dengan psht

Dua orang meninggal dunia akibat bentrok antara suporter Persebaya dan anggota Perguruan Silat Hati Terate di Gresik, Jawa Timur, Minggu (1/10/2017) dini hari.

Peristiwa itu di Jalan Balongsari Tandes Surabaya, Jawa Timur, sekitar pukul 00.30 WIB. Kedua korban merupakan anggota perguruan pencak silat tersebut. Mereka bernama Eko Ristanto (25), warga Kepuh Baru Bojonegoro, dan Aris (20) dari Simorejosari, Bojonegoro.

"Teman-teman itu dari perguruan pencak silat yang akan melakukan aktivitasnya di Gresik," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes (Pol) Mohammad Iqbal di Mapolrestabes Surabaya Minggu (1/10/2017).



Menurut Iqbal, bentrokan terjadi saat ada dua pengendara motor menggunakan label perguruan silat yang kemudian melewati gerombolan suporter sepak bola. Secara spontan, terjadi perkelahian antara mereka. Penyebabnya belum diketahui.

"Karena tidak seimbang, dua orang itu luka parah saat di tempat kejadian perkara," ujar Iqbal.

Sementara itu, Koordinator Bonek Kansas, Rungkut, Surabaya, Anggun Yulianto mengatakan bahwa kejadian tersebut berawal dari pertemuan kedua belah pihak di daerah Osowilangun, Surabaya.

Saat itu suporter Persebaya Surabaya atau kerap disebut Bonek tengah pulang dari Stadion Gelora Bung Tomo seusai laga Persebaya kontra Persigo Semeru FC.

Anggun membantah anggapan bahwa bentrok itu dipicu oleh Bonek. "Yang jelas Bonek tidak pernah memulai duluan," ucap Anggun.

Jejak Letkol Untung Komandan Tjakrabirawa Penculik Para Jendral Dalam Tragedi G30S PKI


Petualangan Letkol Untung Sutopo bin Syamsuri berakhir di Tegal, Jawa Tengah. Dia tertangkap dan selanjutnya diseret ke Mahmilub. Untung selanjutnya dieksekusi mati atas kesalahannya memerintahkan pembunuhan terhadap tujuh perwira TNI AD dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S) tahun 1965.

Setidaknya ada dua versi penangkapan Letkol Untung di Tegal. Menurut Wijanarto, sejarawan Pantura, versi pertama menyebutkan Untung tertangkap di Kemandungan dan segera diserahkan ke Corp Polisi Militer (CPM) Tegal. Sedangkan versi kedua menyebutkan setelah penangkapan pertama, dia dilepas lalu ditangkap lagi di Jalan Asem Tiga, Randugunting. Keduanya berada di wilayah Tegal.

Menurut paparan Wijanarto, dari Jakarta Untung sebenarnya hendak menuju ke Brebes sebagai menuju ke tempat persembunyian sekaligus meminta perlindungan.

"Rencana dia akan turun di Brebes, karena di situ ada kelompok pendukung PKI yang akan menjemput dan melindunginya selama dalam pelarian," ungkap Wijanarto, Minggu (1/10/2017).

Dari Jakarta, Untung menumpang bus 'Mudjur' melalui jalur Pantura. Untung berencana turun di Brebes, namun terlewati hingga mendekati Terminal Tegal di Kelurahan Tegalsari, kawasan yang kini menjadi SPBU.

"Sebenarnya ia mau turun di Brebes, para pendukungnya akan menjemput dan mengamankan. Ia lalu bertanya kepada penumpang lain tentang Brebes, dijawab bahwa Brebes sudah terlewat. Untung turun dari bus tergesa di Kemandungan hingga terbentur tiang telepon karena diteriaki copet. Dia kemudian ditangkap," papar master sejarah lulusan Undip, Semarang, tersebut.

 Baca Uga : Film G30S PKI Dituduh Menyudutkan TNI AU Dalam Keterlibatanya Dengan PKI

Ada pula versi yang mengatakan, saat mendekati Terminal Tegal, Untung melihat ada dua tentara yang akan memerika penumpang bus. Melihat pemeriksaan itu, Untung bergegas turun hingga diteriaki copet oleh penumpang lainnya. Malang baginya, saat keluar bus dia terbentur tiang telepon di pinggir jalan hingga mengalami luka di mata kirinya. Untung terjatuh, lalu ditangkap.

Setelah ditangkap, Untung dibawa ke Kantor Desa Kemandungan. Setelah identitas Untung terungkap, dia dibawa ke kantor CPM Tegal.

"Cerita berbeda mengatakan, setelah diinterogasi oleh Lurah Kemandungan, Untung sempat dilepaskan. Damiri, pendamping Untung selama pelarian, sempat mempengaruhi lurah agar Untung segera dilepaskan karena tidak ada bukti," terangnya.


Usai dilepas dari kantor desa, Untung menuju Jalan Asem Tiga. Dia memasuki rumah salah satu warga untuk mengobati luka di mata kirinya akibat terbentur tiang telepon saat melompat dari bus. Di perkampungan inilah Untung kembali ditangkap lalu diserahkan ke kantor CPM Tegal.

 
craowl | Copyright © 2011 Diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger